Menurut Zulhas, akibat lonjakan harga tersebut, pola konsumsi masyarakat bisa bergeser. Orang-orang akan beralih meninggalkan nasi dan memilih mengonsumsi roti karena harganya yang jauh lebih murah akibat beras lokal yang semakin mahal.

"Orang akan pindah makannya. Kenapa gandum naik 13 juta? Karena beras kita mahal, gandumnya murah, pindah. Dia enggak makan nasi goreng, makan roti, karena lebih murah, gitu. Nanti terus akan begitu. Kalau seperti itu, kita akan sangat tergantung, ya pasti enggak merdeka, enggak bisa begini," beber ia.