Dalam hal ini, penurunan harga di pasar induk disebabkan oleh intervensi pasokan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam bentuk bantuan pangan yang langsung menyasar masyarakat sehingga ikut menekan harga dari tingkat hulu.
"Kan ada bantuan pangan ya. Kemarin ada rapelan sampai per penerima manfaat kan itu kan ada tambahan 1 juta ton lagi, jadi 30 kilogram per penerima manfaat kan. Ada kan itu? Nah itu kan lumayan berdampak juga," ujanya.
Selain intervensi pemerintah, masuknya pasokan beras di Pasar Induk Cipinang dari berbagai wilayah yang mulai panen seperti Indramayu, Majalengka, Sragen, hingga Ngawi ikut memperkuat ketersediaan stok yang ada. Alhasil harga cenderung turun imbas melimpahnya suplai beras di Jakarta.
Hal serupa juga disampaikan pedagang beras Pasar Induk Cipinang lainnya, Anto, bahwa penyaluran bansos beras hingga 30 kilogram per penerima manfaat membuat harga beras di tokonya cenderung turun.
"(Harga beras turun) kurang lebih Rp 500 per kilogram. Dari biasa medium itu kemarin Rp 14.000, sekarang paling Rp 13.500, itu Rp 500. Terus untuk premium kemarin udah sempat Rp 15.000, turun ke Rp 14.500. Cuma itu di tingkat distributor ya, belum tingkat pengecer," terang Anto.