Sementara kenaikan Bitcoin sepekan itu dipicu setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tajam. Kondisi itu terjadi setelah langkah mengejutkan Departemen Keuangan AS di pasar obligasi.
Diketahui, Departemen Keuangan AS memperbesar pembelian kembali (buyback) utang pemerintah jangka panjang. Langkah tersebut dilakukan untuk meredakan tekanan pada imbal hasil obligasi jangka panjang yang sebelumnya meningkat akibat kekhawatiran terhadap tingginya utang pemerintah AS dan meningkatnya penerbitan utang oleh perusahaan teknologi besar. Turunnya imbal hasil obligasi kemudian mendorong investor mencari aset lain yang kemudian beralih ke aset berisiko, termasuk aset kripto.
Sentimen positif terhadap Bitcoin juga meningkat setelah Gedung Putih dan sejumlah pemimpin industri kripto mendorong penyelesaian CLARITY Act dalam beberapa pekan mendatang. Rancangan aturan tersebut dipandang sebagai salah satu katalis penting bagi industri kripto karena berpotensi memberikan kepastian regulasi yang lebih jelas.