NADIKABAR.COM — Harga cabai rawit di pasaran melonjak hingga menembus Rp 90.000 per kilogram. Untuk mengakali penggunaannya, perhatikan tips menyimpannya agar awet dan lebih hemat.
Cabai termasuk bahan dapur andalan yang biasa digunakan pada masakan Indonesia. Biasanya digunakan pada campuran bumbu dasar bersama rempah-rempah lain.
Selain itu, cabai juga jadi bahan utama pada pembuatan sambal. Khususnya cabai rawit merah yang terkenal dengan rasa pedasnya.
Biasanya cabai rawit merah ini digunakan pada racikan sambal bawang. Cabai rawit merah juga banyak distok di rumah untuk digunakan sebagai penyedap bumbu tumisan.
Cabai rawit merah yang umum ditemui di dapur ini sekarang mengalami kelonjakan harga. Harganya mencapai Rp 90.000 per kilogram yang dipicu cuaca panas ekstrem atau kemarau panjang yang mengganggu ketersediaan air.
Tak hanya cabai rawit merah, tapi juga jenis cabai merah keriting yang harganya melesat 9% menjadi Rp 62.950 per kilogram. Informasi ini berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI), seperti
Harga cabai yang melonjak tajam ini membuat banyak orang harus lebih berhemat menggunakan cabai rawit merah atau keriting sebagai bahan utama. Cara menyimpannya juga perlu diperhatikan agar kondisinya tetap awet segar.
Jika ingin rasa pedas lain, kamu juga bisa mengganti cabai rawit merah dengan bahan alternatif. Di antaranya ada merica, jahe, hingga paprika.