"Meningkatnya kekhawatiran inflasi menunjukkan bahwa bank sentral utama dunia tidak akan mampu melonggarkan kebijakan moneter secepat yang mereka inginkan. Semua itu saat ini merugikan para pelaku pasar emas dan perak," kata analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, dikutip dari Reuters, Sabtu (24/10/2026).
Wyckoff mengatakan, penurunan tajam saham teknologi memicu margin call bagi pedagang dan investor saham. Kondisi ini mendorong investor menjual aset emas dan perak untuk memenuhi kewajiban tersebut.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga menyentuh level terendah dalam lima minggu pada Jumat (23/10). Sentimen pasar tertekan oleh aksi jual tajam saham-saham terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Di sisi lain, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober. Namun, data inflasi konsumen dan produsen AS yang dirilis pekan lalu melampaui perkiraan yang memperkuat ekspektasi potensi kebijakan moneter lebih ketat hingga akhir tahun ini.
Sementara berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pekan depan mencapai 92%. Selain itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan sebesar 78%.