NADIKABAR.COM — Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok menyebut masyarakat ramai-ramai berburu masker imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, fenomena panic buying ini juga terjadi di perdagangan elektronik alias e-commerce.
Mufti mengatakan lonjakan permintaan ini membuat para penjual masker yang menaikkan harga di tengah fenomena panic buying.
"Ya, secara online sudah ada sih panic buying kan gitu, artinya mereka-mereka yang kemudian memanfaatkan situasi menjual barang pada saat-saat seperti ini," ujar Mufti saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, lonjakan harga akibat kepanikan konsumen biasanya hanya berlangsung singkat, yakni sekitar satu hingga tiga hari sebelum akhirnya berangsur normal. Kendati begitu, Mufti menegaskan pemerintah harus mengambil tindak tegas agar memperketat pengawasan logistik.
"Memang itu pemerintah harus tegas nanti bagaimana kita kemudian melakukan cek-cek di logistik, di gudang-gudang dan di penjualan karena memang biasanya cuma satu-dua hari, tiga hari, tapi karena mungkin hari keempat, hari kelima sudah normal karena panic buying," beber ia.
Sebelumnya, sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hingga ke wilayah Jakarta menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang Pasar Pramuka. Stok masker yang sebelumnya lama tersimpan kini ludes diburu pembeli yang datang ke sentra produk medis di Jakarta Timur itu.
Masalahnya, menipisnya stok masker di tengah lonjakan permintaan yang mendadak membuat harga produk di pasar mengalami peningkatan. Alhasil pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual eceran mengikuti kenaikan harga modal dari distributor yang stok masker dagangannya juga mulai habis.
"Semuanya naik, semua masker medis naik. Kenaikannya lumayan, beda Rp 10.000 satu kotak. Yang biasa distributor jual Rp 25.000, sekarang sudah di atas Rp 50.000. Itu kenaikan dari modal doang ya, itu belum harga jual," kata salah seorang pedagang di Pasar Pramuka, Yana, dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Selasa (8/9/2026).
Menurut Yana kenaikan harga produk, termasuk masker, memang lumrah terjadi jika permintaan mendadak naik seperti sekarang ini. Sebab ketersediaan stok jadi habis mendadak.