Gedung Putih menyebut langkah tersebut sebagai 'economic D-Day'. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyebut kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai serangan finansial terbesar yang pernah ada. Bessent mengatakan peningkatan tekanan ekonomi membuat kemungkinan AS kembali melancarkan perang berskala besar terhadap Iran untuk sementara menjadi lebih kecil.
"Jika kita melakukan tekanan ekonomi maksimum, kemungkinan tidak akan ada dimulainya kembali serangan militer berskala besar," kata Bessent dikutip dari CNBC, Rabu (26/8/2026).
Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi, Menteri Luar Negeri Iran dan Oman bertemu pada Selasa untuk membahas usulan jalur pelayaran sementara bersama di kawasan Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku mendapat laporan dari angkatan laut AS bahwa seluruh ranjau di Selat Hormuz telah dibersihkan. Trump memperingatkan Iran bahwa kapal yang kembali memasang ranjau akan segera dihancurkan.