"Pasaran minyak bumi regional menunjukkan tanda-tanda pelonggaran seiring dengan peningkatan pasokan bahan bakar olahan, termasuk stok bensin dan solar di Singapura yang menjadi salah satu acuan pasar bagi penetapan harga minyak bumi di Malaysia," tulis Kementerian Keuangan Malaysia, dikutip Kamis (5/11/2026).
Selain itu, keputusan ini juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah Brent pada penghujung periode perhitungan Mekanisme Harga Automatik (APM). Kendati demikian, pemerintah setempat masih wanti-wanti terkait bayang-bayang ketidakpastian geopolitik di Asia Barat yang menjadi risiko nyata dan dapat mengganggu stabilitas harga minyak dunia sewaktu-waktu.
Di tengah ketidakpastian global yang tidak menentu, pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk melindungi daya beli masyarakat dan pelaku usaha. Melalui skema subsidi tepat sasaran BUDI MADANI, anggaran subsidi bahan bakar diproyeksikan tetap tinggi, yakni menyentuh kisaran RM 40 miliar pada tahun depan.