Sementara itu, otoritas Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung terkait serangan terhadap fasilitas yang memiliki kapasitas pengolahan 550 ribu barel minyak per hari tersebut.
Kenaikan harga minyak itu terjadi setelah kedua acuan minyak turun hampir US$2 per barel kemarin (27/10). Penurunan sebelumnya didukung meningkatnya harapan akan perundingan di Timur Tengah hingga meredakan kekhawatiran pasar mengenai pasokan.
Di sisi lain, pasar juga sedang mencermati perkembangan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Persediaan minyak mentah AS diperkirakan naik sekitar 15 ribu barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober.