Perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pelaku pasar. Serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pelacak kapal Kpler mencatat setidaknya 18 kapal menjadi sasaran serangan selama dua pekan terakhir.
Korps Garda Revolusi Iran pada Selasa menyatakan dua kapal tanker minyak yang disebutnya tidak patuh terbakar di selat tersebut setelah menabrak ranjau yang dipasang unit angkatan lautnya. Pernyataan itu dilaporkan kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan negara Iran.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei juga memperingatkan pihaknya akan membalas setiap serangan AS dengan kekuatan setara atau lebih besar.