Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada awal bulan ini bahwa pasukannya tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November.

Tamas Varga, analis di PVM Oil Associates, mengatakan bahwa penguatan harga WTI pada kontrak terdekat menjelang berakhirnya kontrak menunjukkan ketatnya pasokan minyak mentah global.

"Ini mencerminkan penurunan volume ekspor dari Timur Tengah seiring dengan meningkatnya serangan terhadap kapal tanker dan serangan Houthi terhadap infrastruktur minyak Saudi. Kedua, keputusan AS untuk mengecualikan armada bayangan Rusia dari sanksi akan mendorong tarif pengiriman lebih rendah, yang merupakan faktor penghambat peningkatan permintaan minyak mentah yang bersumber dari AS," katanya.