Meski begitu, para analis menilai pasar masih berada dalam mode waspada. Menurut Waterer, ketegangan retorika politik terkait Iran berpotensi kembali melonjak usai pemilu sela AS dan berisiko mendorong harga Brent melesat hingga mendekati level US$ 120 per barel.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan perundingan yang tengah berlangsung dengan mediator Qatar menunjukkan progres positif. Iran menegaskan sikapnya yang siap menghadapi segala kemungkinan, baik melalui skenario pertahanan maupun diplomasi.
Perundingan ini digelar di tengah maraknya serangan terhadap kapal-kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Peristiwa tersebut turut mendongkrak biaya energi dan pengiriman global.