Saat ini perhatian investor masih tertuju pada ketegangan di Timur Tengah. Kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah menyerang stasiun pompa di jalur pipa minyak mentah Timur-Barat Arab Saudi serta Bandara Riyadh pada akhir pekan.
Namun, pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung terkait klaim serangan tersebut. Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Senin menyatakan telah menghancurkan tiga drone yang menargetkan Riyadh dan wilayah selatan kerajaan tersebut.
Harapan akan terobosan diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah turut menekan harga minyak pada awal perdagangan. Konflik yang bermula dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran itu kemudian meluas hingga melibatkan Arab Saudi dan Yaman. Di tengah harapan meredanya ketegangan, harga Brent sempat turun lebih dari US$ 2 per barel.