Menurut data yang dihimpun Washington Institute for Near East Policy, sejak 2017 tercatat jumlah serangan tertinggi terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya. Lalu lintas melalui Selat Hormuz memang meningkat, namun jumlah serangan terhadap kapal juga turut bertambah.

Risiko itu diperkirakan akan menjadi semakin serius jika dukungan angkatan laut AS melemah. UBS memperkirakan harga minyak Brent akan tetap tinggi di kisaran US$ 110 per barel hingga akhir tahun, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang mematok harga di level US$ 100 per barel pada akhir tahun.

"Saat ini terdapat premi risiko yang signifikan dalam harga minyak mentah, yang mencerminkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan dari AS/Israel terhadap Iran dalam beberapa minggu mendatang," ujar analis SEB, Bjarne Schieldrop.