"Apakah kita hanya melihat harga Rp 50.000, atau melihat dengan Rp 50.000 itu pelanggan mendapatkan berapa banyak kuota?" katanya.

Ia menambahkan, layanan yang menyertai paket internet juga perlu menjadi pertimbangan konsumen sebelum melakukan pembelian.

"Jangan hanya melihat harga paket, tetapi juga layanan apa saja yang kita tawarkan," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menanggapi kekhawatiran konsumen mengenai harga paket internet dengan fitur rollover yang lebih mahal dibandingkan paket biasa.

Sekretaris Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Evan Fathurokhman Adiwidjaja, menegaskan bahwa perlindungan sisa kuota internet merupakan hak pelanggan yang tidak boleh dikenakan biaya tambahan.