"Kita sudah menyuarakan, bukan hanya di Kota Kendari yang terjadi kelangkaan BBM. Ini kondisi nasional dan tentu sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Kita harus saling mendukung, karena kalau kebutuhan masyarakat terpenuhi, maka kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi juga ikut meningkat," katanya.
Di sisi lain, Siska menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Kendari mencapai 7,78 % dan menempatkan Kendari di urutan ketiga kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri.
"Pertumbuhan ekonomi 7,78 % itu urutan ketiga kota se-Indonesia. Ini rilis dari Mendagri, bukan rilis Kota Kendari. Pertumbuhan ekonomi itu berbicara tentang perputaran ekonomi, mulai dari harga yang ada di pasar, keterjangkauan masyarakat, peningkatan UMKM, investasi, pendapatan, sampai daya beli masyarakat," pungkasnya.