NADIKABAR.COM — Sejumlah fraksi DPRD DKI Jakarta mempertanyakan urgensi rencana PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memperluas kegiatan usaha hingga menjadi operator angkutan laut dan udara. DPRD menilai Transjakarta seharusnya lebih dahulu memperkuat bisnis utamanya sebagai perusahaan pengelola layanan bus sebelum merambah ke moda transportasi lain.
Hal itu disampaikan Fraksi PKS, NasDem dan PSI dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/10/2026). Anggota Fraksi PKS Muhammad Al Fatih mempertanyakan alasan Transjakarta harus menjadi operator kapal hingga angkutan udara.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat ditangani oleh BUMD atau badan usaha yang memang memiliki kompetensi khusus di bidang tersebut.
"Fraksi mempertanyakan urgensi Transjakarta untuk menjadi operator kapal bahkan angkutan udara. Mengapa kegiatan tersebut tidak ditangani oleh BUMD atau badan usaha yang memang mempunyai kompetensi khusus di bidang tersebut?" kata Al Fatih dalam rapat paripurna.
PKS mengapresiasi alasan perluasan usaha tersebut yang disebut bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu. Namun, PKS mengingatkan adanya risiko mission creep atau perusahaan terlalu banyak menjalankan kegiatan baru hingga mengganggu fokus bisnis utama.
Ia mengatakan Transjakarta masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah dalam layanan bus. Salah satunya terkait jumlah armada untuk layanan nonbusway yang dinilai masih kurang dibandingkan armada bus lama yang telah digantikan Transjakarta.
"Masih terdapat pula rute-rute yang sebelumnya dilayani bus lama seperti Metromini, Kopaja, dan lainnya yang belum sepenuhnya digantikan oleh operasional Transjakarta," ujarnya.
Karena itu, PKS meminta Transjakarta menjelaskan bagaimana perluasan usaha ke berbagai moda tersebut dapat memperbaiki layanan utama.