Di lain sisi, penjualan BBM subsidi masih marak dilakukan oleh pedagang eceran. Harga jualnya jelas lebih murah dari Pertamax. Padahal seharusnya, Pertashop bisa diberdayakan untuk juga menjual BBM subsidi. Terlebih Pertashop sudah memiliki 6.500 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Penertiban eceran. Karena sudah ada jaringan kami, Pimpinan, di seluruh wilayah pelosok Indonesia. Kenapa tidak dimanfaatkan? Sebab kehadiran kami tentunya membawa hal-hal positif bagi daerah di mana kami berada. Harap ini menjadi pertimbangan, Pimpinan," ujarnya.
Sejak Pertamax naik harga, Pertamina memang mencatat adanya kenaikan konsumsi Pertalite. Sebelum ada kenaikan harga, konsumsi Pertamax dari keseluruhan mencapai 23,2 persen, sementara Pertalite 75,4 persen. Namun setelah harga BBM RON 92 itu naik, konsumsi Pertamax merosot, sementara komposisi Pertalite justru naik menjadi 80,3 persen. Komposisi Pertamax per Juli itu menjadi 18,8 persen, Pertamax Green 0,2 persen, dan Pertamax Turbo 0,7 persen.