Dalam kasus tersebut, Kementerian Pertanian bersama Bareskrim Polri mengungkap peredaran beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan klaim label dan standar mutu. Setidaknya, ada 25 merek beras fortifikasi yang diumumkan dan tidak sesuai standar serta dicabut izin edarnya.

"Harusnya kalau harga di peternak turun, itu di konsumen turun, tapi berteriak. Berarti ada pelaku yang tidak bertanggung jawab. Itu kita kejar," beber Amran.

Anomali harga ini mulanya terendus saat Amran dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan rapat perkembangan inflasi setiap pekan. Dirinya, sudah meminta Bareskrim Polri untuk memberikan atensi pada masalah ini.

Hal ini diungkapkan Amran dalam laporannya pada Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintah pada tengah pekan yang lalu. Dia memaparkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Amran mengatakan harga telur di peternak mengalami penurunan yang dalam hingga Rp 21 ribu per kg. Hal itu terjadi karena produksi melimpah.