Kendaraan tersebut dibekali baterai 123 kWh dengan jarak tempuh hingga 523 km. Fitur lainnya tim redaksi lain Full Self-Driving (FSD), atap kaca panoramik, power tonneau cover, serta layar tengah 18,5 inci.
Kondisi pasar Cybertruck memang sudah jauh berbeda dibanding saat pertama kali meluncur. Dua tahun lalu, sejumlah Cybertruck bekas bahkan dijual dengan US$ 150.000 atau Rp 2,6 miliaran. Rekor penjualan tertingginya mencapai US$ 262.500 atau sekitar Rp 4,6 miliaran.
Ada pula dealer Porsche di Orlando yang membeli Cybertruck seharga US$ 244.000 dan kemudian memasangnya dengan harga US$ 289.999 atau Rp 5,1 miliar. Tak diketahui apakah kendaraan tersebut terjual seharga itu atau tidak.
Ketika itu, Tesla bahkan melarang pemilik menjual kembali Cybertruck dalam satu tahun pertama. Pemilik yang melanggar dapat dikenakan denda US$ 50.000 atau Rp 880 jutaan. Namun, aturan tersebut tidak banyak menghentikan aksi jual kembali Cybertruck.
Seiring produksi Cybertruck meningkat, harga bekasnya mulai terkoreksi. Tesla kini menjual Cybertruck dual motor baru dengan harga mulai US$ 74.990 atau sekitar Rp 1,3 miliaran.