Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional diharapkan menjadi momentum semua pihak untuk belajar memahami bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menyampaikan dirinya.

"Bahasa isyarat adalah jembatan. Komunikasi adalah hak. Kesetaraan adalah prinsip. Dan perlindungan anak penyandang disabilitas adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita bangun Indonesia yang semakin inklusif, semakin ramah anak, dan semakin mampu memastikan bahwa setiap anak, dengan segala keberagaman dan potensinya dapat tumbuh, berkembang, berpartisipasi, dan meraih masa depannya," kata Titi Eko Rahayu.