NADIKABAR.COM — Bayangkan Indonesia pada Oktober 1950, sebuah negeri yang masih belajar menjadi dirinya sendiri.

Kemerdekaan telah diproklamasikan lima tahun sebelumnya. Pengakuan kedaulatan diperoleh pada akhir 1949. Namun, sebuah bangsa tidak serta-merta menjadi sehat hanya karena telah merdeka.

Perang meninggalkan luka, penyakit mengintai masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, sementara akses terhadap pelayanan kesehatan belum merata.

Di tengah suasana itulah, pada 24 Oktober 1950, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) didirikan. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai Hari Dokter Nasional.

Peristiwa tersebut bukan sekadar kelahiran organisasi profesi, melainkan bagian dari pekerjaan besar yang kerap luput dari kisah kemerdekaan, yakni memastikan manusia memiliki kesempatan untuk hidup sehat.