Peringatan ini memiliki sejumlah tujuan penting. Salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi sektor kapas, termasuk persoalan produksi, perdagangan, dan pengolahan.
Hari Kapas Sedunia juga mendorong terciptanya perdagangan kapas yang lebih terbuka, adil, efisien, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi negara berkembang yang menggantungkan pendapatan masyarakatnya pada komoditas kapas.
Selain itu, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mendorong pengembangan sektor kapas yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. Kapas tidak hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi juga sebagai bagian dari rantai produksi yang dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Di balik pakaian berbahan kapas yang digunakan sehari-hari, terdapat rantai produksi yang melibatkan banyak orang. FAO mencatat kapas menopang sekitar 24 juta petani dan memberikan manfaat kepada lebih dari 100 juta keluarga di berbagai negara.
Kapas juga menjadi sumber pekerjaan dan pendapatan bagi jutaan petani kecil serta pekerja, termasuk perempuan. FAO mencatat perempuan diperkirakan menyumbang sekitar 43 persen dari tenaga kerja dalam produksi kapas.
Data FAO juga menunjukkan produksi kapas dunia pada 2024 diperkirakan mencapai sekitar 26 juta ton, dengan lebih dari 9 juta ton diperdagangkan secara global. Nilai produksi kapas dunia diperkirakan mencapai lebih dari 75 miliar dolar AS per tahun.