"Mari kita jadikan museum bukan hanya sebagai rumah bagi koleksi, melainkan juga sebagai rumah bagi gagasan, ingatan kolektif, dialog, dan masa depan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan adalah sokoguru bangsa, dan museum merupakan salah satu rumah utama tempat nilai-nilai kebangsaan dirawat, dipelajari, diwariskan, dan terus dikembangkan," tutupnya.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Founder Museum Rudana, Nyoman Rudana; Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of Romania to the Republic of Indonesia, Timor-Leste, and ASEAN, Dan Adrian BΔlΔnescu; Rektor ISI Bali, I Wayan Kun Adnyana; Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Cokorda Gde Bayu Putra; serta pegiat museum dan komunitas budaya.
Hadir pula mendampingi Menteri Kebudayaan, yakni Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; serta Penasihat Menteri bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana.
Peringatan Hari Museum Indonesia 2026 turut menghadirkan prosesi Penganugerahan Ksatria Award dari Museum Rudana kepada sejumlah pegiat budaya dan museum, yakni Prof. Dr. RM. Soemitro Djojohadikoesoemo sebagai penerima Anugerah Ksatria Mahottama Nagara; Dr. Nyoman Nuarta sebagai penerima Anugerah Ksatria Mahottama Budaya; serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai penerima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara.
Selain itu, Menteri Kebudayaan turut membuka pameran tunggal perupa Wayan Kun Adnyana bertajuk "Gunung Suwung: Enigmatic Color Triumph through a Retrospective Journey".