نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامٍ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ الْأَضْحَى.
Artinya: "Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari, Hari Raya Fitri dan Hari Saya Adha." (HR Muttafaq 'alaih)
Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah, ketika umat Islam masih dalam suasana perayaan Hari Raya Idul Adha, sehingga diharamkan untuk berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ تَعَالَى
Artinya: "Sesungguhnya hari itu (tasyrik) adalah hari makan, minum, dan zikir kepada Allah." (HR Muslim)
Puasa yang hanya dilakukan satu hari pada hari Jumat haram hukumnya apabila tidak didahului dengan hari sebelum atau sesudahnya. Apabila terbiasa puasa Daud (sehari berpuasa, sehari tidak) dan jadwal berpuasa jatuh pada hari Jumat, maka hukumnya boleh.