NADIKABAR.COM — BUMN baru bentukan Danantara, PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas tengah menggarap mineral yang jadi incaran dunia yakni rare earth atau logam tanah jarang (LTJ).

Mineral ini menjadi incaran karena merupakan bahan baku penting produk industri, baik itu elektronik, baterai kendaraan listrik, hingga pertahanan militer.

Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis PT Perminas (Persero) La Ode Tarfin Jaya menjelaskan saat ini pihaknya sedang melakukan eksplorasi terhadap mineral LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat. Total wilayah eksplorasi tersebut berada di dua blok yang masing-masing seluas 100 hektare.

Adapun kegiatan eksplorasi tersebut dilakukan usai Perminas mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Juli 2026. Selanjutnya, Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) eksplorasi diterbitkan pada Agustus 2026.

"Sekarang kami lagi melakukan drilling rapat in-fill di 200 hektar itu saat ini baru di 10%, di 72 titik ya yang kami lakukan dengan kerapatan 50 50, 50 x 50. Ini perlu kami lakukan karena untuk mendetailkan apa-apa yang sudah dilakukan oleh Badan Geologi sebelumnya," ujar La Ode Tarfin di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Melalui eksplorasi ini Perminas menghitung kembali jumlah sumber daya hingga potensi cadangan LTJ yang terkandung di wilayah tersebut. Kegiatan eksplorasi ditargetkan selesai tahun depan.