Saat ini dikutip NadiKabar dari Euro News, tidak ada satu pun tambang logam tanah jarang yang beroperasi di benua Eropa. Menurut Eurostat, Uni Eropa mengimpor 12.900 ton logam tanah jarang pada tahun 2024.

China memasok 6.000 ton dari volume tersebut atau setara 46,3% total massanya. Ketergantungan inilah yang memicu tingginya minat otoritas Eropa terhadap proyek di Norwegia tersebut.

Rare Earths Norway memperkenalkan konsep 'tambang tak kasatmata', di mana proses ekstraksi dan penghancuran bijih dilakukan di bawah tanah. Namun, lokasi yang diprioritaskan untuk area tambang permukaan terletak di kawasan hutan alam tua yang sangat kaya keanekaragaman hayati sehingga diperlukan kehati-hatian

Survei di lokasi tersebut mengidentifikasi 78 spesies hewan dan tumbuhan yang masuk dalam daftar merah satwa terancam Norwegia, dengan tingkat ancaman yang bervariasi.