Menurut dr Sethi, cara praktis untuk menilai hidrasi yaitu dengan memperhatikan tubuh. Rasa haus, urine berwarna kuning tua, atau pusing bisa mengindikasikan dehidrasi. Sedangkan, urine yang berwarna kuning pucat umumnya mencerminkan hidrasi yang cukup.
"Namun, warna urine saja tidak selalu menjadi indikator yang tepat, karena makanan, vitamin, dan obat-obatan tertentu dapat memengaruhinya," ujarnya.
Kuncinya adalah hidrasi harus dilakukan dengan bijak, bukan berlebihan.
"Dengarkan sinyal tubuh Anda, jaga hidrasi sesuai gaya hidup dan lingkungan Anda, dan konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki penyakit ginjal atau kondisi kronis lainnya," katanya.
Ginjal yang sehat tak membutuhkan asupan air yang berlebihan. Organ ini membutuhkan perawatan yang konsisten, diet seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pengendalian yang baik terhadap kondisi seperti diabetes dan hipertensi.