"Menurut OJK, tercatat hari ini 32.700.000 individu warga negara Indonesia yang memiliki brokerage accounts. Yang memiliki akun-akun brokerage. Dengan kata lain, mereka ikut investasi melalui bursa. Nah masalah adalah saat ini 32.700.000 warga Indonesia sangat tidak puas dengan keadaan, tidak berbahagia karena nilai mereka, saham, berkurang," tambahnya.
Hashim sebagai investor juga mengaku tidak puas dengan kondisi pasar modal saat ini. Namun begitu, ia menegaskan ancaman turun kasta ini harus segera dimitigasi untuk mengembalikan kepercayaan investor.
"Saya juga punya saham di perusahaan publik, saya tidak puas. Maka pemerintah hendaknya memperhatikan masalah ini," tegasnya.