Harits menjelaskan, hasil negatif dari paper test itu menunjukkan bahwa sebaran debu vulkanik dari aktivitas Anak Gunung Krakatau sementara belum mencapai Kota Semarang.

"Debu vulkaniknya tidak sampai ke wilayah, di terutama di Kota Semarang," jelasnya.

Pemantauan paper test itu pun disebut dilakukan secara berjenjang setiap harinya. Nantinya, pada siang, sore, dan malam, akan kembali dilakukan pemantauan paper test untuk melihat pergerakan sebaran debu vulkanik.

"Karena berdampaknya ke penerbangan, jadi untuk penerbangan ke wilayah terutama Jakarta, Cengkareng, itu dibatalkan," jelasnya.