Karena itu, siswa lainnya yang belum dapat memilah informasi dan belum memahami konsep matematika secara kuat dapat terjebak dengan banyaknya informasi rinci yang disampaikan pada soal.

"Dia harus bisa menerjemahkan. Kita sangat unggul kalau sudah diketahui persamaan matematikanya, tinggal menghitung, tinggal mencari," ucapnya.

Merespons hasil PISA 2025 Indonesia, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan penurunan skor matematika perlu dipandang sebagai pengingat untuk memperkuat kemampuan siswa dalam bernalar dan memecahkan masalah.

"Saya kira itu perlu dibaca secara hati-hati dan tidak hanya dilihat sebagai angka, tetapi sebagai sinyal bahwa kemampuan para siswa kita, terutama dalam bernalar dan memecahkan masalah itu masih harus diperkuat," tuturnya.

Tindakan selanjutnya untuk merespons skor PISA 2025 RI tersebut menurut Toni tim redaksi lain berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan memastikan pembelajaran matematika lebih kontekstual.