"Saya kira pemanfaatan hasil assessment yang sudah kita lakukan, terutama di dalam Tes Kemampuan Akademik, ini harus menjadi alat diagnosis. Dan juga tentunya pendampingan pada satuan pendidikan yang memang membutuhkan peningkatan untuk capaian ini, terutama yang masih rendah," sambungnya.

Peningkatan konsistensi implementasi kurikulum di kelas menurutnya juga perlu diperkuat agar rancangan upaya penguatan literasi dan numerasi berjalan.

"Kurikulum nasional kita sebenarnya telah memberi, apa namanya, ruang, bagi penguatan baik literasi maupun numerasi, dan juga kemampuan bernalar melalui program kita yaitu pembelajaran mendalam. Tapi tantangannya adalah konsistensi implementasi kita di kelas," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengubah mindset pelatihan terhadap guru agar pembelajaran dapat diarahkan pada pemahaman konsep, penerapan konsep di dalam kehidupan yang nyata, dan pemecahan masalah.

"Bukan sekedar menghafal rumus. Jadi dukungan, terutama dukungan dari buku, dukungan dari pelatihan guru, asesmen, dan juga pendampingan sekolah, itu yang juga akan diselaraskan dengan arah tersebut," ucapnya.