Popularitas Bukang-i membawa persoalan lain. Semakin banyak orang ingin menyaksikan sang "shafluencer", semakin besar pula risiko hiu terganggu.
Masyarakat diminta tidak mendekati, menyentuh ataupun mencoba memberikan makanan kepada Bukang-i.
Meski bronze whaler tidak secara khusus memburu manusia sebagai mangsa, hiu tetap merupakan hewan liar berukuran besar yang dapat membahayakan manusia ketika merasa terancam atau terpojok.
Karena itu, tujuan utama petugas bukan menjadikan Bukang-i sebagai atraksi wisata, melainkan membantunya menemukan jalan keluar dari kanal dan kembali ke habitatnya di laut.
Sampai proses tersebut selesai, Bukang-i telanjur mendapatkan status yang tidak biasa untuk seekor hiu yang tersesat: menjadi "influencer" dadakan di tengah kota Busan.