NADIKABAR.COM — Produsen mobil dan baterai kendaraan listrik (EV) dalam beberapa tahun terakhir,  telah menghadirkan teknologi yang mampu mengisi daya baterai EV dengan kecepatan yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Sistem Flash Charging milik BYD, misalnya, mampu menyalurkan daya hingga 1.500 kW dan mengisi baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit.

Teknologi ini membuat pengisian daya mobil listrik hampir sama praktisnya dengan mengisi bahan bakar mobil bermesin pembakaran internal di stasiun pengisian bahan bakar.

Namun, Honda mengambil pendekatan yang berbeda. Laman Carscoops, Jumat waktu setempat, melaporkan, merek asal Jepang tersebut, bekerja sama dengan Taisei Group, memperkenalkan sistem jalan pengisian daya nirkabel atau wireless power transfer road system (WPT road system).

Teknologi ini memungkinkan mobil listrik mengisi daya secara nirkabel (wireless) saat melaju, sehingga kabel dan adaptor pengisi daya yang merepotkan berpotensi tidak lagi diperlukan.

Gagasan mengenai jalan yang dapat mengisi daya mobil listrik secara nirkabel bukanlah hal baru. Stellantis telah memperkenalkan konsep jalan yang dapat mengisi daya mobil listrik pada 2021.

Sebuah perusahaan rintisan asal Israel mengungkap jalan dengan teknologi pengisian daya nirkabel yang berfungsi pada 2023. Hyundai juga diketahui tengah mengembangkan teknologi serupa.

Honda memang bukan pelopor teknologi tersebut, namun keterlibatan produsen mobil sebesar Honda dalam pengembangan sistem ini dapat mendorong produsen lain untuk melakukan hal serupa, sehingga memicu kemajuan teknologi baru dan membuka peluang agar teknologi tersebut pada akhirnya dapat diterapkan secara komersial.

Sistem Honda menggunakan perangkat penerima dan pemancar dengan kerapatan daya tinggi yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan, serta peralatan pengisian daya buatan Taisei yang tertanam di jalan. Sistem tersebut menerima pasokan listrik dari kotak-kotak listrik yang ditempatkan di dekatnya.

Honda telah memulai pengujian praktis teknologi ini. Namun, perusahaan belum mengungkapkan secara terperinci besaran energi yang dapat disalurkan dari jalan ke mobil maupun seberapa besar daya baterai yang dapat diisi.

Sayangnya, jalan pengisian daya nirkabel seperti yang tengah dikembangkan ini tampaknya belum akan menggantikan metode pengisian daya konvensional dalam waktu dekat. Honda sendiri menyatakan bahwa penyaluran daya ke mobil listrik saat kendaraan bergerak hanya akan mengurangi frekuensi pemilik kendaraan mengisi daya di rumah atau stasiun pengisian daya publik.

Pada tahap awal, Honda berfokus pada kendaraan komersial. Pada akhir tahun ini, perusahaan akan mulai membangun jalan baru bersama Taisei untuk menguji kekuatan dan ketahanan permukaannya. Setelah itu, kendaraan komersial berukuran besar akan mulai menggunakan jalan tersebut, yang kemudian ditingkatkan agar mampu menyalurkan daya hingga 150 kW.

Menurut Honda, perusahaan berupaya mewujudkan netralitas karbon pada 2050 sekaligus menghadirkan kemudahan dan kebebasan bermobilitas bagi lebih banyak orang di seluruh dunia. Honda meyakini teknologi seperti ini dapat membantu mendorong penggunaan mobil listrik secara lebih luas.

Setelah pengujian di jalan tertutup selesai, Honda akan memulai pengujian di jalan umum di Jepang mulai 2027.