Pihak Rolls Royce melakukan analisis forensik terhadap mesin-mesin jet tersebut dan mendokumentasikan semuanya melalui analisis fotografi serta melakukan banyak analisis laboratorium. Grayburn menemukan bahwa mesin-mesin itu tersumbat oleh debu halus, serta serpihan batu dan pasir.
Saat diteliti lebih lanjut, diketahui bahwa puing-puing itu jelas merupakan abu vulkanik, yang juga mengandung polimorf silika kristalin (SiO2 ) kristobalite. Pasir silika atau kuarsa yang mengandung silika kristalin, bahan pembuat kaca.. Beberapa hari setelah penerbangan yang mengerikan itu, para penumpang dan awak mengetahui bahwa pada malam penerbangan mereka, telah terjadi letusan besar Gunung Galunggung, yang terletak hanya 160 kilometer di tenggara Jakarta.
Letusan Galunggung tahun 1982 itu membuat 60 ribu orang dievakuasi.
Namun, sejak insiden serius yang membuat BA 009 nyaris celaka, dunia akhirnya mengetahui bahwa abu vulkanik bisa membahayakan penerbangan.
Menurut laman World Meteorological Organization, investigasi terhadap kasus ini menunjukkan seluruh mesin pesawat mengalami mati mesin akibat masuknya abu vulkanik. Pesawat-pesawat tersebut diketahui telah melintasi abu vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Galunggung di Indonesia.
Masuknya abu vulkanik dan gas ke dalam mesin dapat berdampak buruk pada kinerja pesawat saat terbang. Dampak tersebut meliputi:
1. Gangguan mesin seperti mati mesin2. Erosi pada komponen avionik dan mesin3. Penyumbatan filter dan saluran pipa4. Penurunan kualitas bahan bakar5. Abrasi pada kaca depan dan bagian tepi depan pesawat6. Korosi pada permukaan logam akibat adanya tetesan asam.
Untuk mengatasi hal ini, World Meteorogical Organization telah membentuk International Airways Volcano Watch (IAVW) untuk memantau dampak letusan gunung api pada dunia penerbangan.