SKK Migas menyebut pengalihan itu mencapai 31 juta kaki kubik standar gas per hari yang terdiri atas 15 juta kaki kubik dari Natuna, dan 16 juta kaki kubik dari Sumatra.
Merespons itu, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong meminta komitmen dalam kontrak pasokan gas alam antara Indonesia dan Singapura tetap dihormati.
Di tengah pemangkasan pasokan tersebut, Wong menegaskan Singapura mengharapkan seluruh pihak tetap menjalankan kewajiban sesuai kontrak komersial yang telah disepakati.
"Kami berharap semua pihak menghormati komitmen mereka. Importir gas Singapura akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak tersebut," kata Wong saat berpidato dalam konferensi Partai Aksi Rakyat (PAP) pada Minggu (25/10), dikutip dari Channel NewsAsia (CNA).
Selain itu, Singapura menyatakan mereka juga telah memiliki rencana darurat sebagai antisipasi.
Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority) mengatakan pengurangan pasokan gas dari Indonesia berdampak kurang dari 2 persen terhadap total kebutuhan gas harian mereka.