Hasanuddin mencontohkan Ekuador yang mampu menekan HPP melalui pengembangan teknologi budi daya, perbaikan genetik, penguatan biosekuriti, pengembangan nursery, pengelolaan kualitas air, hingga pemanfaatan teknologi sensor dan Internet of Things (IoT).
βIni menjadi tantangan kita. Kita harus ingat bahwa mereka (Ekuador) adalah (petambak) tradisional. Mungkin ini juga menjadi catatan kita bagaimana kita bisa membangun HPP yang lebih bagus agar bisa bersaing di pasar global,β katanya.
Hasanuddin menyebut Indonesia memiliki sekitar 303.000 hektare tambak udang, dengan sekitar 80 persen merupakan tambak tradisional, 15 persen semiintensif, 3 persen intensif, dan sisanya supraintensif.
Ia mengatakan pengembangan teknologi tidak harus diarahkan pada sistem budi daya intensif dan supraintensif saja.