NADIKABAR.COM β Anggota DPR RI Mafirion mengatakan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang akan digelar di Pekanbaru, Riau, menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
βKetika masyarakat sedang menghadapi bencana, kepedulian tidak bisa ditawar. Inilah saatnya semangat pengabdian santri diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya teori atau seremoni,β kata Mafirion dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Riau II itu mengatakan peringatan HSN harus tetap menjadi ruang bagi santri untuk mengekspresikan kebanggaan, tanpa mengabaikan kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut dia, persoalan karhutla yang berulang di Riau dan sejumlah wilayah lainnya menjadi pengingat pentingnya kepedulian berkelanjutan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Mafirion menilai pesantren dan komunitas santri dapat berperan dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan melalui edukasi mengenai bahaya kabut asap, penguatan solidaritas sosial, dan aksi pelestarian alam.
βPesantren memiliki kekuatan nilai, jaringan, dan semangat gotong royong. Semua itu bisa menjadi modal untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan,β ujarnya.
Dia menambahkan, kepedulian dan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat. Masyarakat berdaya tidak hanya ketika sejahtera secara ekonomi, tetapi juga terlindungi kesehatan, keselamatan, dan lingkungan hidupnya.
Mafirion berharap peringatan HSN 2026 dapat memperkuat semangat pengabdian santri kepada masyarakat, termasuk melalui tindakan nyata untuk membantu warga yang terdampak karhutla.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang juga Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar dijadwalkan memimpin Apel HSN Ke-XII di Pondok Pesantren Darul El Hikmah, Pekanbaru, Riau, pada 22 Oktober 2026.