NADIKABAR.COM — Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kini makin sering melanda kelompok usia muda, terutama mahasiswa dan pekerja pemula. Maraknya kebiasaan mengonsumsi kopi di tengah tingginya tekanan aktivitas sehari-hari menciptakan kombinasi pemicu yang memperbesar risiko gangguan pencernaan ini.

1. Peran stres dalam memicu gejala GERD

Secara biologis, stres memicu respons fight-or-flight yang mengganggu keseimbangan sumbu otak-usus (brain-gut axis). Saat tubuh mengalami stres kronis, hormon kortisol dan adrenalin meningkat.

Hal ini memicu persepsi hipersensitivitas pada kerongkongan, sehingga paparan asam lambung dalam jumlah kecil sekalipun terasa sangat menyakitkan. Selain itu, stres menurunkan laju pengosongan lambung dan melemahkan tekanan katup kerongkongan bawah (Lower Esophageal Sphincter atau LES), yang memudahkan asam naik ke atas.