NADIKABAR.COM β€” Sinar mentari di Kampung Long Pahangai II, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, mulai condong ke barat sekitar pukul dua siang. Di atas bukit di persimpangan jalan yang membelah kehijauan hulu Mahakam, suasana hangat tercipta dengan sendirinya.

​Di sana, sekitar 260 penari laki-laki mewakili 13 kampung se-Kecamatan Long Pahangai berkumpul. Orang tua dengan telaten membantu anak-anak mereka, sementara para pemuda saling bahu-membahu mengenakan busana sakral berhias daun pisang, topeng kayu berukir indah, serta beragam perlengkapan yang sarat makna spiritual. Di sekeliling mereka, ratusan penari pengiring makin melengkapi kehangatan kebersamaan itu.

​Ketika setiap busana telah terpasang rapi, barisan pun serentak melangkah menuju lapangan utama. Langkah-langkah itu bukan sekadar pergerakan menuju panggung pertunjukan, melainkan kesinambungan jejak yang telah diayunkan para leluhur sejak puluhan tahun silam.

​Inilah Festival Hudoq Pekayang 2026 yang berlangsung 20-22 Oktober. Sebuah perayaan yang bukan sekadar pementasan seni, melainkan denyut nadi kehidupan yang terus mengalir dan bernapas di jantung Kalimantan.