Kebocoran dari saluran buangan rumah tangga, drainase liar, serta filtrasi air sungai memicu retakan dan pengikisan pada dinding terowongan di sekitar pipa kolektor utama. Pengikisan yang terjadi secara konstan menyebabkan balok-balok tanah meluruh dan terlepas ke dalam saluran drainase.

Kemudian, bencana dimulai saat badai tropis Agatha terjadi pada Mei 2010. Badai tropis Agatha membawa hujan deras hingga mencurahkan lebih dari 1 meter air di wilayah Guatemala. Aliran air ekstrem ini mempercepat erosi bawah tanah hingga rongga membesar dan mengikis penopang ke arah permukaan tanah.

Lapisan tanah di permukaan akhirnya kolaps sepenuhnya dan menelan bangunan tiga lantai di atasnya. Pada 11 Agustus 2010, tim peneliti geofisika dari Universitas Nasional Otonom Meksiko (UNAM) menyerahkan laporan evaluasi teknis resmi kepada badan penanggulangan bencana Guatemala (SE-CONRED).

Berdasarkan hasil analisis geofisika UNAM dan pengamatan di lapangan, amblesnya tanah disebabkan oleh beberapa faktor teknis dan alam. Diketahui bahwa pembangunan terowongan untuk pipa kolektor tidak terisi dengan padat, sehingga meninggalkan rongga udara di sekitarnya.