NADIKABAR.COM — Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) menegaskan peristiwa gempa tektonik bermagnitudo 5,0 di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTT), merupakan jenis gempa akibat deformasi internal pada lempeng Australia yang menunjam ke bawah kawasan Lombok-Bali.

Anggota IABI, Daryono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa gempa yang terjadi pada pukul 03.15 WIB itu berada pada kedalaman 82 kilometer dan dipicu oleh patahan sesar turun (normal fault) di dalam tubuh lempeng samudra, bukan akibat pergeseran sesar aktif dangkal di daratan Lombok.

"Gempa ini bukan gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di Pulau Lombok, melainkan gempa intraslab di mana sumbernya berada di dalam Lempeng Australia yang menunjam ke bawah kawasan Lombok-Bali," kata dia.

Menurut dia, akumulasi tegangan (stress) pada slab lempeng yang menunjam melampaui daya tahan batuan, sehingga memicu patahan internal dan memancarkan gelombang seismik dengan daya sebar guncangan yang amat luas.

Estimasi peta guncangan (shakemap) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan kuat skala IV-V MMI di Mataram, III-IV MMI di Lombok Tengah, III MMI di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa, serta skala II–III MMI di Kuta dan Denpasar, Bali.

Karakteristik gempa intraslab ini juga memiliki tingkat produktivitas gempa susulan yang cenderung lebih rendah dibandingkan gempa kerak dangkal, karena proses ruptur terjadi pada kondisi tekanan dan suhu tinggi di kedalaman bumi.

Dengan begitu, ia mengingatkan bahwa peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman gempa bumi di Indonesia harus dipahami secara tiga dimensi, tidak hanya dari sesar aktif di permukaan atau zona megathrust.

Gempa intraslab perlu mendapat perhatian karena apabila magnitudonya cukup besar, guncangannya dapat merusak meskipun hiposenternya relatif dalam.

Indonesia memiliki beberapa contoh penting. Gempa Jawa Timur bermagnitudo 6,1 pada 10 April 2021, yang berpusat di Samudra Hindia selatan Malang, merupakan gempa intraslab yang menimbulkan kerusakan ribuan bangunan di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

"Sumbernya boleh jauh di kedalaman, tetapi gelombang gempanya dapat menjangkau wilayah yang sangat luas dan tetap patut diwaspadai," cetusnya.