NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), mengajak generasi muda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja. Ia menilai potensi industri dan ekonomi digital dapat menjadi pendorong kemajuan daerah jika diiringi peningkatan keterampilan anak muda.
"Jangan pernah takut untuk gagal. Jangan takut untuk rugi kalau berusaha. Jangan takut untuk melangkah lebih maju," pesan Ibas dikutip Senin (26/10/2026).
Ibas mengatakan itu dalam forum kepemudaan bertema Arah Baru Kepemimpinan Pemuda dan Citra Bangsa di Era Digital di Kendal, Minggu (25/10).
EBY mengapresiasi potensi Kendal di sektor industri, pertanian, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan keagamaan, hingga pariwisata. Menurutnya, keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadi peluang strategis untuk memperkuat perekonomian dan membuka kesempatan kerja.
Namun, pertumbuhan industri perlu diiringi peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Dengan begitu, masyarakat Kendal dapat terlibat langsung dalam perkembangan ekonomi dan memperoleh manfaat dari peluang yang tersedia.
Teknologi dan AI Buka Peluang bagi Anak Muda
EBY menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan sumber penghasilan baru. Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan karya, membangun usaha, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
"Teman-teman yang muda juga bisa menggerakkan sektor ekonomi kreatif menjadi seorang animator, menjadi seorang ilustrator, menjadi seorang digital artist," ujar EBY.
Ia mendorong generasi muda memanfaatkan media sosial dan internet untuk memperluas pemasaran produk lokal, mempromosikan destinasi wisata, serta memperkenalkan seni dan budaya Kendal kepada masyarakat yang lebih luas.
EBY juga mengingatkan agar AI tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas dan mempermudah pekerjaan. Menurutnya, generasi muda perlu terus belajar, beradaptasi, dan menggunakan teknologi secara bijak agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja.
Dorong Keterampilan Tenaga Kerja Lokal