EBY menilai perkembangan industri di Kendal harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan industri, penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta pemberdayaan masyarakat menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Dalam sesi dialog, Anatun Mu'alifah dari Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Kendal menyampaikan pertanyaan mengenai upaya menjaga budaya lokal di tengah kehadiran pekerja dari luar daerah di Kawasan Industri Kendal dan mahasiswa pendatang. Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian generasi muda setempat yang memilih bekerja ke luar negeri, termasuk Jepang dan Taiwan.
Sementara itu, Rizki, seorang profesional di sektor perbankan, menyampaikan aspirasi mengenai perlunya dukungan pemerintah bagi pelaku UMKM di Kendal agar dapat berkembang dan meningkatkan daya saing.
Menanggapi aspirasi tersebut, EBY menegaskan dialog antara generasi muda, pemerintah, dan wakil rakyat perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Menurutnya, aspirasi tidak boleh berhenti pada diskusi, tetapi harus dikawal hingga pelaksanaannya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia berharap pertumbuhan industri di Kendal dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat, termasuk dengan memperluas kesempatan kerja agar warga dapat bekerja dan berkembang di daerahnya sendiri.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turut berharap pertemuan tersebut menghasilkan tindak lanjut nyata bagi generasi muda. Ia menekankan pentingnya pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, serta pengembangan kelompok sadar wisata untuk mendukung potensi pariwisata daerah.
Rinto Subekti, bagian dari pimpinan Komisi XIII DPR RI, menyampaikan bahwa masyarakat Kendal memiliki kualitas dan kemampuan untuk bersaing di kawasan industri. Ia juga menyebut Komisi XIII memiliki program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.
Terkait tenaga kerja asing, Rinto menekankan pentingnya memastikan perizinan sesuai ketentuan serta keahlian tenaga kerja asing benar-benar sesuai dengan bidang pekerjaan yang dibutuhkan.
Senada dengan itu, Raja Faisal menyatakan akan berkoordinasi dengan mitra Komisi XIII, termasuk pihak imigrasi, untuk menindaklanjuti persoalan terkait tenaga kerja asing. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah I yang mencakup Kabupaten Kendal, ia juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan generasi muda untuk mencari solusi bersama.
Ajak Pemuda Jaga Budaya dan Persatuan
Selain mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi, EBY mengingatkan pentingnya menjaga identitas serta budaya lokal di tengah perubahan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi perlu diimbangi dengan sikap bijak, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap nilai-nilai yang hidup di masyarakat.