Kendal memiliki potensi budaya, pariwisata, dan kehidupan keagamaan yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan daerah. Keberadaan pondok pesantren juga membuka peluang untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang terhubung dengan budaya, kuliner, pariwisata religi, dan produk lokal.

Dalam dialog tersebut, Aprilia Wijayanti, Putri Pariwisata Jawa Tengah 2024, menyoroti posisi strategis Kendal, keberadaan kawasan industri, serta peluang pengembangan pariwisata melalui promosi digital. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda semakin diperkuat untuk memperkenalkan potensi daerah.

Septania Andriani, Wakil 1 Mbak Jawa Tengah 2025, mempertanyakan langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk menjaga semangat positif dan peran aktif generasi muda di tengah arus globalisasi serta kemudahan akses informasi. Sementara itu, Sinang Agung berharap kreativitas pemuda, termasuk gagasan dari komunitas dan wilayah perdesaan, mendapat ruang, dukungan, dan perhatian.

EBY mengapresiasi keberanian generasi muda menyampaikan gagasan dan aspirasi secara terbuka, santun, serta beretika. Ia menilai pertukaran pandangan tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi sekaligus membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat.

Menurut Ibas, generasi muda dapat ikut melestarikan budaya daerah melalui media digital, misalnya dengan memperkenalkan kesenian, produk lokal, dan destinasi wisata Kendal. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

EBY Dorong Kolaborasi untuk Masa Depan Kendal

EBY menegaskan kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan generasi muda. Potensi Kendal di sektor industri, pertanian, perikanan, UMKM, pendidikan keagamaan, dan pariwisata perlu dikembangkan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Ia berharap forum kepemudaan tersebut tidak berhenti sebagai ruang bertukar gagasan, tetapi menjadi awal dari kerja sama dan aksi nyata. Generasi muda perlu meningkatkan kapasitas diri, berani mengambil peluang, serta menggunakan teknologi secara produktif untuk menjawab berbagai tantangan.

Menutup pesannya, Ibas mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Ia mengutip prinsip "Khairunnas anfa'uhum linnas", yang bermakna sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Melalui semangat tersebut, EBY berharap generasi muda Kendal terus berani berinovasi, menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mengambil peran aktif dalam membangun daerah dan masa depan Indonesia.