Ibas juga berpesan agar generasi muda mampu mengelola penghasilan secara bijak dan produktif. Ia mengingatkan agar uang yang diperoleh tidak digunakan untuk aktivitas negatif seperti perjudian maupun perilaku konsumtif yang tidak memberikan manfaat bagi pengembangan diri.
"Ketika memiliki uang, gunakan untuk memperkuat kemampuan, meningkatkan keterampilan, dan membangun masa depan," pesan Ibas.
"Jangan sampai apa yang kita miliki justru digunakan untuk kegiatan yang dapat merusak kehidupan kita sendiri," sambungnya.
Di hadapan para pelajar dan komunitas pemuda, Ibas turut mengingatkan pentingnya semangat Sumpah Pemuda sebagai inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan pantang menyerah. Ia juga mengajak generasi muda Ponorogo untuk berani memiliki cita-cita besar, baik menjadi pengusaha, guru, dokter, kreator konten, seniman, maupun profesi lainnya.
Menurut Ibas, setiap cita-cita dapat diwujudkan melalui proses belajar, kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri. Menutup sambutannya, Ibas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan, kerukunan, dan keguyuban dalam membangun daerah.
"Ponorogo memiliki banyak potensi dan generasi muda yang luar biasa. Mari kita jaga kebersamaan, perkuat kreativitas, dan manfaatkan setiap peluang yang ada," kata Ibas.
"Kita ingin anak-anak muda Ponorogo semakin maju, mandiri, produktif, dan pada akhirnya semakin sejahtera," sambungnya.
Melalui pengembangan ekraf yang berkelanjutan, potensi budaya, SDM, dan kekayaan lokal, Ponorogo diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan kerja bagi generasi muda.