Selain itu, dia menerima aspirasi masyarakat terkait kebutuhan perbaikan akses jalan menuju kawasan pabrik. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran operasional.
Ibas berharap Perhutani dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja serta masyarakat lokal. Ibas menambahkan, pengembangan industri kehutanan membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, parlemen, sektor swasta, dan masyarakat.
Dia juga berharap keberadaan PGT Sukun dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat Ponorogo, termasuk dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam aktivitas ekonomi di sekitar industri.
"Getah bisa menjadi berkah jika kita mampu mengelolanya dengan baik, menjaga keberlanjutan hutannya, mengembangkan industrinya, dan memastikan masyarakat ikut merasakan manfaatnya," kata Ibas.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Ibas terhadap pengembangan industri hilir kehutanan di Ponorogo. Dia berharap dukungan tersebut dapat menjadi dorongan bagi Perhutani untuk mengoptimalkan potensi industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Direktur Operasi Perhutani Wawan Triwibowo, Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perhutani Dewanto, General Manager KBM IHHBK Perhutani Irmasari Churiana, serta Kepala PGT Sukun Slamet Asrofi.