NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendorong penguatan hilirisasi industri kehutanan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan industri pengolahan getah pinus di Ponorogo, Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat mengunjungi Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sukun, Ponorogo, Kamis (29/10). Kunjungan dalam rangka reses itu dilakukan untuk melihat langsung proses produksi, berdiskusi dengan jajaran Perum Perhutani, serta menyerap aspirasi pekerja dan masyarakat sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, Ibas meninjau proses pengolahan getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin, termasuk fasilitas serta teknologi produksi yang digunakan di pabrik tersebut. Menurut Ibas, potensi kehutanan Indonesia perlu dikembangkan lebih jauh agar tidak hanya menghasilkan bahan mentah. Getah pinus, misalnya, dapat diolah menjadi produk turunan yang dibutuhkan berbagai sektor industri, mulai dari konstruksi, infrastruktur, cat, kosmetik, hingga farmasi.
Dia menilai gondorukem dan terpentin memiliki peluang pasar yang masih terbuka, baik di dalam maupun luar negeri. India dan China menjadi sejumlah negara yang membutuhkan produk turunan getah pinus dari Indonesia. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas produksi perlu dilakukan agar industri pengolahan getah pinus nasional semakin kompetitif.
"Penguatan industri hilir bukan semata-mata tentang meningkatkan angka produksi atau ekspor, melainkan juga memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi negara, pekerja, dan masyarakat sekitar," ujar Ibas dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Selain pengembangan industri, Ibas mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan bahan baku melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan penanaman, perawatan, dan rehabilitasi kawasan hutan harus menjadi perhatian agar pasokan getah pinus tetap terjaga.