Lebih lanjut, Ibas juga mengajak mahasiswa untuk memperluas perspektif melalui kegiatan organisasi, praktik kerja lapangan, pelatihan, membaca buku, serta aktivitas lain yang dapat meningkatkan keterampilan di luar ruang kuliah.

"Dream big. Jangan pernah menyerah, never give up, dan terus berupaya menjejaki mimpi," katanya.

Menurutnya, mahasiswa perlu memandang pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya. Selain penguasaan ilmu pengetahuan, mahasiswa perlu membangun integritas, kemandirian berpikir, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Lulusan Curtin University dan Nanyang University Singapore tersebut juga mengutip pemikiran Soe Hok Gie mengenai pilihan untuk tidak sekadar apatis atau mengikuti arus, melainkan menjadi manusia merdeka dalam pikiran dan gagasan. Bagi Ibas, kemerdekaan berpikir harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk membawa perubahan yang bermanfaat.

Perkuat Keterhubungan Kampus dan Dunia Kerja

Dalam sambutannya, Ibas turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan sektor industri untuk memperkuat hubungan antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja.

Ia menilai, kerja sama tersebut perlu diarahkan agar kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Praktik kerja lapangan, program peningkatan keterampilan, riset terapan, serta kemitraan dengan industri dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

Ibas juga mendorong mahasiswa untuk melihat peluang yang lebih luas di luar jalur pekerjaan formal. Sektor agroindustri, perikanan dan kelautan, serta ekonomi kreatif merupakan sejumlah bidang yang dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Menurut Ibas, pengembangan potensi tersebut memerlukan keterlibatan perguruan tinggi dalam menghasilkan riset, gagasan, dan rekomendasi kebijakan publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara kampus dan pemerintah, lanjutnya, juga penting agar pembangunan nasional dapat menjawab kebutuhan setiap daerah. Indonesia yang besar membutuhkan kerja bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan generasi muda.

Sementara itu, Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo menyambut baik kunjungan dan dialog bersama Ibas. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap mahasiswa dan berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, UNDIP terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang kompetitif sekaligus berkontribusi melalui pendidikan berkualitas.

Mahasiswa Diminta Membalas Kesempatan dengan Pengabdian