Dalam sesi dialog, Ibas mendengarkan pengalaman mahasiswa penerima KIP Kuliah mengenai perjalanan pendidikan, aktivitas pengembangan diri, serta cita-cita mereka setelah menyelesaikan studi.
Audria Syahn Hikmat, mahasiswa semester tiga Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP, menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan pengabdian selama satu bulan dan berbagi informasi tentang KIP Kuliah kepada pelajar yang memiliki keterbatasan ekonomi. Ia berharap kesempatan pendidikan yang diterimanya dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
"Saya tidak ingin menyia-nyiakan uang yang sudah dikeluarkan oleh negara maupun orang tua saya sendiri. Harapannya, pendidikan ini bisa menjadi bekal bagi saya, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga agar bisa bermanfaat bagi orang lain," ungkap Audria.
Sementara itu, Muhamad Nazril Ilham, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2025 asal Kabupaten Batang, membagikan pengalamannya beralih dari jurusan Teknik Otomotif saat SMK ke bidang hukum di perguruan tinggi. Ia juga berupaya membantu adik-adik kelas mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi negeri serta mendampingi pelaku UMKM di daerah asalnya dalam mengurus legalitas usaha.
"Saya bersyukur mendapatkan kesempatan melalui KIP Kuliah. Salah satu bentuk rasa syukur saya adalah membantu adik-adik kelas agar bisa melanjutkan pendidikan dan membantu UMKM mengurus legalitas usahanya," tutur Nazril.
Menanggapi pengalaman para mahasiswa tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi karena mereka tidak hanya berfokus pada pencapaian pribadi, tetapi juga berupaya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ia berharap semangat tersebut terus dipelihara melalui peningkatan kapasitas diri, kemampuan beradaptasi, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Menurut doktor lulusan IPB University tersebut, setiap bidang keilmuan memiliki ruang pengabdian masing-masing. Lulusan hukum dapat memperluas literasi hukum masyarakat, lulusan akuntansi dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan, sementara lulusan bidang kesehatan dan teknologi dapat menjawab kebutuhan pelayanan publik serta perkembangan industri.
"Apapun yang terjadi terhadap Indonesia, di tangan kita juga yang akan menentukan. Diperlukan manusia-manusia terdidik dan alumni yang memiliki rasa cinta terhadap negerinya," tegasnya.
Ibas berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial. Kesempatan yang diperoleh melalui dukungan negara, menurutnya, perlu diwujudkan menjadi karya, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Ia menutup pesannya dengan mengajak mahasiswa untuk terus belajar, memperkuat karakter, memperluas wawasan, dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
"Jadilah manusia yang tangguh dan terus mengabdikan diri untuk membalas kebaikan negara," pungkas Ibas.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UNDIP Prof. Suharnomo; Prof. Heru Susanto; Edy Surahmad; serta mahasiswa penerima KIP Kuliah, yakni Audria Syahn Hikmat dari Program Studi Akuntansi, Muhamad Nazril Ilham dari Fakultas Hukum, Frans Ranju Christian Pardede dari Program Studi Informatika, Anggita Dewantary dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, serta Aditya Agustian Pratama dari Fakultas Hukum.